Select Menu
NEWS OBSERVASI menerima kiriman Artikel berupa Opini, Cerpen, Puisi dan lain - lain. Kirimkan naskah anda ke email kami: redaksinewsobservasi@gmail.com

Home

ACEH

NUSANTARA

MANCA NEGARA

PERISTIWA

SEPAK BOLA

PENDIDIKAN

Korsel tundukkan Indonesia 4-0


Jakarta,NEWSOBSERVASI: Gawang Timnas Indonesia U-23 kebobolan empat gol tanpa balas ketika meladeni permainan variatif dari Timnas Korsel U-23 dalam laga Grup H babak Kualifikasi Piala AFC U-23 yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta pada Selasa petang.

Di tengah kondisi fisik Paulo Sitanggang dan kawan-kawan yang kedodoran di babak kedua, Ksatria muda Tageuk memberi ganjaran dengan menjebol dan mengobrak-abrik pertahanan Indonesia.

Empat gol Korsel dihasilkan dari skema serangan yang tertata efektif dan efisien. Mereka mengandalkan pola serangan yang cepat, dengan transisi yang menawan antar lini tengah dan lini depan.

Sebaliknya, skuad Garuda Muda di bawah asuhan pelatih Aji Santoso belum juga menunjukkan perubahan berarti di babak kedua, baik dalam skema serangan maupun dalam transisi bermain.

Keempat gol Korsel dilesakkan oleh Jung Seunghyun di menit ke-25, Lee Chandong (menit ke-70), Kim Hyun (menit ke-82), dan Lee Changmin (menit ke-78).

Meskipun Evan Dimas masuk di menit ke-69 menggantikan Adam Alis, namun tidak satu pun gol tercipta bagi Indonesia di tengah laga yang disaksikan oleh 16.400 orang.

Keempat gol Korsel dihasilkan dari kolektivitas dan kerjasama yang apik dengan mengandalkan umpan-umpan silang tepat sasaran. Sementara kubu Indonesia tampak belum mengembangkan permainan yang meneror pertahanan lawan.

Peluang Indonesia diperoleh di menit ke 77 ketika Evan Dimas melepas umpan cepat ke jantung pertahanan Korsel. Hanya saja Antonio yang menggantikan Muchlis Hadi Ning belum mampu menyongsong umpan itu sehingga dapat mengoyak jala Korsel.

Timnas Indonesia U-23 menahan imbang 0-0 dalam babak pertama melawan Korsel U-23.(antara)

Mahfud: Pemblokiran Situs Islam Harus Lewat Izin Pengadilan


NEWSOBSERVASI:Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengabulkan permintaan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) untuk memblokir 22 situs Islam online di Indonesia.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengatakan, pemerintah harus terlebih dahulu mendapat izin dari pengadilan negeri dalam melakukan pemblokiran situs. Karena itu, dia menilai pemerintah tidak dapat secara sepihak memblokir 22 situs Islam.

"Mestinya atas perintah hakim. Minta izin dulu ke pengadilan," ujar Mahfud di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (31/3/2015).

Pasalnya, kata dia, MK telah mengatur saat melakukan pemblokiran situs, pemerintah harus meminta izin terlebih dahulu pada pengadilan negeri setempat.

"Kalau sudah menyangkut hak, MK sudah pernah menerbitkan vonis. Sebelum ada izin keputusan dari pengadilan tidak bisa (diblokir) harus izin pengadilan setempat," tandasnya.

Sebelumnya, Kemenkominfo ‎mengabulkan permintaan BNPT melalui surat Nomor 149/K.BNPT/3/2015 yang meminta memblokir 22 situs Islam karena dianggap sebagai penggerak paham radikalisme dan sebagai simpatisan radikalisme. 

Berikut ke-22 situs yang telah diblokir Kemenkominfo yakni:
1. arrahmah.com
2. voa-islam.com
3. ghur4ba.blogspot.com
4. panjimas.com
5. thoriquna.com
6. dakwatuna.com
7. kafilahmujahid.com
8. an-najah.net
9. muslimdaily.net
10. hidayatullah.com
11. salam-online.com
12. aqlislamiccenter.com
13. kiblat.net
14. dakwahmedia.com
15. muqawamah.com
16. lasdipo.com
17. gemaislam.com
18.eramuslimin.com
19. daulahislam.com
20. shoutussalam.com
21. azzhammedia.com
22. indonesiasupportislamicstate.com

(sindo)

JK Tegur Kominfo Terkait Blokir 22 Situs Islam


NEWSOBSERVASI: Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) memerintahkan Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk meninjau ulang 22 situs web media Islam karena kontennya diduga menyebarkan gerakan radikal. 

JK mengaku telah menghubungi Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara untuk memeriksa kembali konten di situs web tersebut. "Kalau hanya karena ada nama 'Islam' lalu otomatis diblokir, tidak bisa begitu," kata JK di Kantor Wapres, Jakarta, Selasa (31/3). 


JK meminta Kemenkominfo menetapkan kriteria khusus untuk menyimpulkan konten yang mengandung radikalisme. Hal ini menurutnya dilakukan untuk mencegah pemblokiran yang dilakukan tanpa analisis tepat. 

Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemenkominfo Ismail Cawidu, mengatakan bahwa pihaknya tidak menilai sampai ke konten karena mereka hanya meneruskan perintah dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT)."Kominfo tidak meneliti apakah radikal atau tidak. Kami hanya meneruskan apa yang direkomendasikan BNPT," ujarnya. 

Ismail melanjutkan, sebuah situs web yang diblokir dapat dipulihkan jika ada permintaan dari masyarakat atau dari pengelola situs web jika dapat membuktikan bahwa situsnya tak lagi menyediakan konten negatif. 

Pada Jumat, 27 Maret lalu, BNPT meminta untuk memblokir sejumlah situs web melalui surat bernomor No 149/K.BNPT/3/2015 tentang situs radikal ke dalam sistem blokir Kominfo. 

Menurut BNPT, kriteria situs web yang menyediakan konten radikalisme adalah; Ingin melakukan perubahan dengan cepat menggunakan kekerasan dengan mengatasnamakan agama; Mengkafirkan orang lain; Mendukung, menyebarkan, dan mengajak bergabung dengan ISIS/IS; Memaknai jihad secara terbatas. 

Berdasarkan laporan tersebut dan sesuai dengan Peraturan Menteri (Permen) Kominfo Nomor 19 Tahun 2014 soal penanganan situs internet bermuatan negatif, maka kementerian pun memblokir 22 situs yang diajukan. Merujuk pasal 1 Permen tersebut, pemblokiran situs adalah upaya yang dilakukan agar situs internet bermuatan negatif tidak dapat diakses. 

"Dari 26 situs yang diajukan, kami memblokir 22 karena yang lain ada yang mati, tidak aktif dan sudah ditutup," ujar Ismail. 

Pemblokiran ini dinilai sejumlah pihak telah membelenggu kebebasan pers dan kebebasan berekspresi. 

Pemimpin Redaksi Hidayatullah, Mahladi, mengatakan tidak pernah mendapat konfirmasi mengenai rencana pemblokiran situs miliknya. 

Pakar sekaligus dosen telekomunikasi, Onno W. Purbo, merupakan seorang yang mengkritik keras aksi pemblokiran yang dilakukan pemerintah terhadap situs web. Pegiat peranti lunak open source ini menilai, akses ke informasi merupakan hak asasi manusia (HAM) yang dilindungi oleh Deklarasi Human Right. 

"Ini bisa-bisa terlanggar oleh Kemenkominfo dengan memblokir secara sembarangan, sembrono dan belakangan ini beberapa situs dakwah juga diblokir," katanya dalam publikasi di akun Facebook. (cnn)

Pulang Umrah, Raffi Ahmad Langsung Ke Pemakaman Olga


Pembawa acara yang juga artis peran Raffi Ahmad memenuhi janjinya untuk datang ke tempat peristirahatan terakhir almarhum rekan seprofesinya, Olga Syahputra, di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Malaka, Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Selasa (31/3/2015). 

Raffi yang baru tiba di Tanah Air setelah menjalani ibadah umrah bersama sang ibunda, Amy Qanita, langsung meluncur dari Bandara Soekarno-Hatta menuju TPU Malaka dengan menumpang Toyota Alphard Vellfire hitam. Raffi bersama sang istri, pemain sinetron Nagita Slavina, tiba di makam sahabatnya itu sekitar pukul 11.30 WIB. 

Kehadiran Raffi di area makam Olga mengundang antusias warga yang masih berdatangan untuk berziarah. Raffi mengenakan pakaian serba hitam dan peci.

Sementara itu, Nagita juga mengenakan pakaian hitam senada dengan kacamata besar yang menutupi mata sembabnya karena menangis.

Setelah turun dari mobil mewahnya, lalu berjalan di sepanjang area makam, sampai berdiri tepat di depan makam Olga, Raffi tak berhenti menitikkan air mata sambil beberapa kali terlihat mengusap lelehan air mata yang menetes di pipinya.(kompas)

Tantang berita Olga Syahputra (Klik Disini)

Jenazah Olga Syahputra Dimakamkan, Manajernya Pingsan


NEWSOBSERVASI: Jenazah pembawa acara dan artis komedi Olga Syahputra (32) telah dimakamkan pada Sabtu (28/3/2015) sekitar pukul 13.00 WIB di TPU Malaka, Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Tangis bercampur zikir mengiringi pemakaman jenazah pelantun "Hancur Hatiku" itu. 

Dari beberapa ribu orang yang menyaksikan pemakaman jenazah pria bernama asli Yoga Syahputra itu, tampak beberapa orang dekatnya, selain keluarganya. Mereka, tak terkecuali sang manajer, Vera Zanobia Sukari atau Mak Vera, terlihat menangis.

Mata perempuan tersebut tampak sembab karena terus menangis. Dibandingkan dengan yang lain, ia lebih awal meninggalkan makam Olga. Ia berjalan dengan lemas menembus orang-orang yang masih memadati area pemakaman itu



Setelah beberapa langkah berjalan, Vera berhenti sejenak, lalu pingsan. Beberapa orang yang menemaninya dengan sigap membopongnya. Kejadian itu mengundang perhatian sebagian orang yang berada di situ. Mereka bersahutan menyebut nama Vera. 

"Mak Vera... Yah, pingsan. Jangan pingsan, Mak Vera, yang tabah," ucap seorang ibu. 

Dengan bantuan beberapa petugas yang meminta orang-orang untuk tidak berkerumun, Vera dibawa masuk ke dalam mobil.

Seperti diberitakan sebelumnya, Olga meninggal dunia di Mount Elizabeth Hospital, Singapura, pada Jumat (27/3/2015) pukul 17.17 waktu setempat karena menderita meningitis atau radang selaput otak.(Kompas)

Tags:Olga

Olga, si Ikon Tawa itu Telah Tiada


NEWSOBSERVASI: Gayanya ceplas-ceplos, sedikit gemulai, tapi sungguh kocak. Begitu gambaran tentang Yoga Syahputra alias Olga Syahputra.

Kini tak ada lagi keceriaan Olga. Komedian yang mengawali karier sebagai asisten pedangdut Rita Sugiarto itu telah tiada sejak Jumat (27/3/2015). Berikut fakta-fakta seputar kepergian Olga yang meninggal di usia 32 tahun:

Setahun dirawat di Singapura

Olga yang lahir pada 8 Februari 1983, diketahui sudah hampir setahun dirawat di rumah sakit. Olga selama ini diketahui menderita penyakit meningitis.

Olga dirawat sejak Mei 2014 lalu. Kakak Billy Syahputra itu tak pernah sekalipun pulang ke Tanah Air.

Sebelum terbang ke Singapura, artis serbabisa itu pernah berobat hingga ke pengobatan alternatif. Tapi benjolan di lehernya justru makin tampak.

Tapi pertengahan 2014, Olga disebut menderita kanker kelenjar getah bening stadium 4. Padahal sebelumnya, Olga dikabarkan sudah dalam kondisi membaik. Sang adik, Billy selalu menyebut kakaknya itu sudah bisa berkomunikasi dan menunjukkan progres yang baik



Setelah setahun menjalani perawatan, Olga menghembuskan napas terakhirnya pada Jumat (27/3/2015) di Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura pukul 17.17 waktu setempat.

Sang manajer, Mak Vera yang memastikan kabar Olga tutup usia. "Innalillahi wa inalillahi rojiun telah berpulang kesayangan mak olga syahputra di jam 5.17 sore di hari jumat. minta doa buat kesayangan mak," tulis Mak Vera lewat pesan berantai via BlackBerry Messenger.


Jenazah Tiba di Indonesia

Sabtu (28/3/2015), jenazah bintang film 'Taman Lawang' itu tiba di Terminal Kargo 530 dan langsung dibawa ke rumah duka yang berada di Duren Sawit, Jakarta Timur dengan menggunakan ambulans Toyota Alphard.

Billy, ibunda Olga dan manajer Olga, Mak Vera ikut mengiringi jenazah



TPU Malaka

Rencananya, jenazah Olga akan dimakamkan di TPU Pondok Kelapa. Namun, karena tidak mendapat tempat, akhirnya keluarga memutuskan untuk memakamkannya di TPU Malaka.

Ribuan pelayat pun terlihat memadati area TPU Malaka. Beberapa selebriti seperti Luna Maya, Julia Perez, Jaja Mihardja, Soimah dan Camelia Malik pun nampak ikut mengantarkan Olga ke peristirahatan terakhirnya.

Billy menjadi orang pertama yang terjun ke liang lahat. Selain Billy ada sekitar tiga orang yang ikut menurunkan jenazah.

"Laillahhaillah, laillahhaillah, laillahhailallah," seru seluruh pelayat.

Kondisi Terakhir Olga

Trans TV sempat merilis foto Olga terbaring lemah di kamar rumah sakit. Olga tampak terpejam. Ada juga banyak cairan yang membasahi kasur sang komedian.

Olga tampak mengenakan baju hijau dan tengah mendapat pertolongan medis. Foto tersebut pun disebut-sebut sebagai foto terakhir Olga.

Memang tidak banyak yang mengetahui bagaimana kondisi terakhir Olga sebelum ia meninggal dunia. Namun, orang yang memandikan jenazah Olga mengungkapkan, presenter kocak itu terlihat gemuk.

"Badannya gemuk. Keras, dagingnya banyak," ujar Haji Said yang ikut memandikan jenazah Olga di rumah duka, Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu (28/3/2015). (detik)

Tags: Olga


4 Kebaikan Olga Syahputra Semasa Hidup yang Membuatmu Terharu

NEWSOBSERVASI: Masyarakat Indonesia dikejutkan dengan berita meninggalnya komedian populer di Indonesia, Olga Syahputra. Pria yang humoris dengan gigi gingsul ini menghembuskan napas terakhirnya sekitar pukul 17.00 waktu Singapura. Ya, ia berpulang di rumah sakit tempat ia selama ini dirawat.

Penyakit yang diderita Olga Syahputra cukup berat, ia telah absen dari dunia hiburan selama satu tahun lebih. Semua orang terpukul dengan kepergiannya. Apalagi ia sosok yang tidak pernah kelihatan sedih ini adalah orang yang sangat baik. Tahukah Anda kalau banyak sekali kebaikan yang telah Olga Syahputra lakukan semasa hidupnya? Berikut kami rangkum untuk Anda:

1. Penyayang Keluarga, Memanjakan Orang Tua Sepenuh Hatinya

Jika anak berbakti pada orang tua adalah salah satu hal terbaik yang dilakukan selama hidup, maka Olga Syahputra telah menjalaninya dengan sangat baik. Keluarganya dulu bukanlah orang yang berkecukupan, bahkan memprihatinkan. Namun pria ini tidak menyerah, ia berusaha mengubah keadaan perekonomian keluarga.
Setelah terkenal, Olga Syahputra tidak lupa pada orang tua dan keluarganya. Ia mengajak seluruh anggota keluarganya pindah ke rumah yang lebih bagus, memanjakan mereka dan membahagiakannya. Olga Syahputra tahu bagaimana berbakti dan juga membahagiakan hati orang tua.

2. Dermawan dan Tidak Pernah Pelit Untuk Sedekah

Olga Syahputra menjelma menjadi artis super kaya dengan penghasilan ratusan juta tiap harinya. Dari pagi sampai malam hari, ia bekerja keras dengan mengisi banyak acara di televisi. Namun ia tidak menghabiskannya sendirian, Olga Syahputra adalah sosok yang dermawan dan rendah hati.

Berkali-kali ia menyumbang untuk panti asuhan, tidak jarang pula ia membuka dompet di acara penggalangan dana dan mengeluarkan seluruh isinya. Olga Syahputra loyal dan tidak pernah pelit untuk bersedekah. Ia tahu benar bahwa rezeki yang ia miliki juga hak dari yang membutuhkan.

3. Baik Hati dan Penyayang Pada Seluruh Sahabatnya

Olga Syahputra tidak memiliki musuh selama hidupnya. Tidak percaya? Ingatkah Anda di tiap acara televisi, semua orang sumringah saat ada guyonan darinya. Saat Olga berpulang, semua sahabatnya menangis, bahkan Soimah hampir pingsan saat mengetahui sahabat baiknya itu telah berpulang.

Walau kadang menyindir sahabat-sahabatnya, Olga Syahputra adalah sosok yang penyayang. Ia tidak pernah dendam dan juga selalu berusaha menyenangkan teman. Raffi Ahmad mengaku sangat kehilangan saat temannya ini meninggal dunia.

4. Pantang Menyerah dan Tidak Pernah Mengeluh

Andai mau, Olga Syahputra pasti sudah hobi mengeluh dari dulu. Namun ia tidak pernah melakukannya. Sesibuk dan secapek apapun ia tetap tersenyum lebar plus menghibur mereka yang menontonnya. Jatuh bangun Olga Syahputra membangun karier juga patut dijadikan contoh. Ia tidak gampang menyerah begitu saja.
Namun kini pria berusia 32 tahun ini telah berpulang ke Rahmatullah. Semoga ia tenang di sisi Nya. We love you Olga… (Viva)
Tags:Olga

4 Fakta Mengenai Meninggalnya Olga Syahputra di Singapura

NEWSOBSERVASI: Komedian Olga Syahputra meninggal dunia. Pria kelahiran 1983 ini telah satu tahun lebih menderita sakit dan dirawat di Singapura. Selama itu pula, ia tak pernah muncul di layar kaca dan berita yang beredar juga simpang siur. Penyakit Olga Syahputra juga selama ini tidak diketahui secara pasti.
Olga Syahputra ternyata menderita sakit kanker. Sosoknya yang ceria tiba-tiba hilang begitu saja seperti ditelan bumi. Ternyata, almarhum Olga Syahputra menderita sakit kanker meningitis. Apa itu kanker meningitis? Selengkapnya akan dibahas dalam artikel ini.
Olga Syahputra kini telah berpulang, mari kita doakan agar ia tenang di sisi Nya. Untuk Anda yang ingin tahu lebih dalam tentang fakta mengenai sakit apa Olga sebenarnya hingga sampai kritis dan berpulang, berikut rangkumannya untuk Anda.

1. Olga Syahputra Ternyata Sakit Kanker

Sosoknya yang ceria tiba-tiba hilang begitu saja seperti ditelan bumi. Ternyata, almarhum Olga Syahputra menderita sakit kanker meningitis. Apa itu kanker meningitis? Ini dia penjelasannya.
Meningitis adalah radang selaput otak yang disebabkan oleh infeksi oleh mikroorganisme. Sebagian besar infeksi disebabkan oleh virus dengan bakteri, fungi, dan protozoa sebagai penyebab paling sering berikutnya. Tidak hanya itu, meningitis juga bisa dipicu oleh penyakit lain dan trauma pada kepala. Ia telah berjuang melawan penyakit ini selama 1 tahun lebih namun Tuhan menggariskan lain, Olga Syahputra meninggal dunia hari Kamis (27/3) sore hari jam 17.10 waktu Singapura.

2. Ternyata Sudah Sakit Sejak Awal 2013

Mengejutkan bukan? Mengingat selama itu ia masih eksis wira wiri di layar kaca dan juga terlihat ceria. Jangan salah, ternyata Olga Syahputra sudah menderita meningitis sejak awal tahun 2013.
Awalnya sakitnya belumlah terlalu parah, namun lama kelamaan semakin menggerogoti tubuhnya dan tidak bisa dikendalikan lagi. Sejak setahun terakhir, Olga Syahputra dirawat di Rumah Sakit Mount Elizabeth di Singapura. Selama itu pula, keadaannya juga sering diberitakan. Pria kelahiran Jakarta, 8 Februari 1983 sempat dikabarkan telah membaik dan siap pulang ke Indonesia.

3. Banyak Sahabat Yang Menjenguk ke Singapura

Sosok Olga Syahputra memang memiliki banyak teman dan sangat disayangi. Selama ia dirawat di Singapura, teman-teman artis tidak henti-hentinya datang berkunjung dan mendoakan untuk kesembuhannya. Nagita Slavina, Julia Perez, Raffi Ahmad dan Syahnaz, serta masih banyak lagi telah memberikan semangat yang besar baginya.
Lewat foto-foto yang diunggah oleh teman-temannya di sosial media, Olga Syahputra memang terlihat lemas di tempat tidur namun ia masih bisa tersenyum. Tapi ternyata, kondisinya makin hari makin memburuk.

4. Kondisinya Sering Ditutup-Tutupi

Selama ini, kondisi Olga Syahputra memang banyak ditutup-tutupi. Billy adiknya saat ditanya juga tidak banyak berbicara, hanya menjawab garis besarnya saja. Inilah yang membuat banyak orang penasaran
Namun ada alasan kuat di balik itu, yaitu Olga Syahputra sedang berjuang keras untuk bertahan hidup. Tapi hidup adalah kuasa Tuhan. Olga Syahputra kini telah berpulang, mari kita doakan agar ia tenang di sisi Nya. #RIPOlgaSyahputra (viva)
Tags: Olga

Wasiat Olga buat keluarga dan teman dekat


NEWS OBSERVASI: Publik Indonesia dikagetkan dengan kematian komedian dan presenter kocak Yoga Syahputra atau lebih dikenal dengan Olga Syahputra. Olga meninggal setelah menjalani perawatan di Singapura sejak awal Mei 2014 silam. Sebelumnya Olga mendapat diagnosa menderita meningitis atau radang selaput otak dan dirawat di RSPI, sebelum dirujuk ke Singapura.

Keluarga dan orang-orang terdekat Olga pun telah berusaha untuk sekian lama guna mengusahakan kesembuhannya. Sebelum sakit Olga merupakan tulang punggung keluarga, yang menghidupi dan menjadi harapan masa depan.

Setelah didiagnosa dihantam meningitis, Olga tidak lagi bisa bekerja dan menghilang dari dunia hiburan. Posisi Olga sebagai tulang punggung keluarga pun digantikan oleh Billy. Adik Olga ini mulai banyak mengisi berbagai tayangan televisi terutama Dahsyat dan Pesbukers.

Kini sang kakak pun telah pergi meninggalkan Billy untuk selamanya. Banyak yang mengharap agar Billy dan keluarga diberi ketabahan dan mengikhlaskan kepergian komedian yang dikenal ceplas-ceplos tersebut. 

Hanya satu pesan Olga Syahputra untuk adiknya, Billy Syahputra saat berulangtahun beberapa waktu lalu. Ia meminta agar adiknya itu tak pernah meninggalkan salat 5 waktu.

Tak hanya kepada Billy, Syahnaz Sadiqah pun menjadi orang yang selalu diingatkan olehnya agar tak pernah meninggalkan ibadah. Terlebih menurut Olga, karir keduanya saat ini sedang bersinar.

"Saya selalu mengingatkan jangan lupa buat salat. Syahnaz juga sering Olga ingatkan kalau sedang main ke rumah," kata Olga di Kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (16/1).

Olga mengaku punya kasih sayang yang besar kepada orang-orang di sekitarnya, salah satunya Billy. Saking besarnya ia selalu ingin membahagiakan dan menjaga orang di sekitarnya.

"Besar sekali, kalau saya sudah sayang sama orang sangat berlebihan. Saya selalu ingin menjaga orang itu," kata Olga saat itu.

Presenter kelahiran 8 Februari 1983 ini saat hidup memang suka memperhatikan orang-orang terdekatnya. Salah satunya Tarra Budiman. 

"Pas sakit dia sempat ngomong ke saya jangan pernah capek untuk bekerja. Karena dia tahu banget tujuan aku bekerja untuk membahagiakan keluarga," ucap Tarra Budiman di Senayan City, Senin (25/8/2014) lalu.

Olga sempat didiagnosa mengalami radang selaput otak atau meningitis oleh RSPI. Sesudahnya, ia menjalani perawatan di Singapura sejak April 2014. Sejak diopname di rumah sakit tersebut, Olga begitu sulit ditemui.

"Pengen (jenguk) cuma belum ada waktu. Insya Allah nanti, lagi cari waktunya aja," ucap presenter tersebut.

Lamanya pengobatan yang dijalani Olga Syahputra menimbulkan isu bahwa barang-barang kakak Billy itu mulai habis untuk pengobatan. Namun hal itu dibantah oleh Tarra.

"Ya nggak sampai segitunya (bangkrut) lah," tandasnya. (merdeka)

Anak Pemulung di Aceh ini Terkena Tumor Ganas dan Tak Punya Biaya


NEWSOBSERVASI: Kholid Ferdiansyah terbaring di atas lantai rumahnya sambil menahan sakit. Tubuh mungilnya tak terbalut selehai benang pun. Kaki kiri bocah berusia delapan tahun ini terus membengkak. Dari raut wajahnya terlihat jelas ia tak kuasa menahan sakit. Kholid divonis menderita tumor ganas sejak enam bulan lalu.

Anak pasangan Ngaidin dan Sri Handayani ini menderita tumor setelah terjatuh saat bermain bola di sekolah. Tak lama berselang, muncul benjolan kecil di kaki kirinya dan terus membengkak.

"Waktu main bola kaki kirinya kena sepak sama kawannya, kemudian dia kami bawa ke tukang urut di kampung untuk kami obat," kata Ngaidin saat dihubungi media dari Banda Aceh, Minggu (29/3/2015).

Kholid baru dibawa ke Rumah Sakit Umum Cut Nyak Dhien Meulaboh, Aceh Barat setelah benjolan di kakinya terus membesar. Saat diperiksa di sana, dokter menyebutkan Kholid mengalami bengkak tulang. Dokter kemudian merujuk Kholid untuk dibawa ke Rumah Sakit Zainal Abidin Banda Aceh.

Buah hati dari keluarga miskin ini sempat dirawat di RSUZA selama satu bulan. Namun benjolan di kaki Kholid semakin membesar dan ia kemudian divonis menderita tumor ganas.

Orangtua Kholid yang sehari-hari bekerja sebagai pemulung sudah tiga kali membawa buah hati mereka ke RSUZA. Tapi karena alasan ekonomi, Kholid kini hanya dirawat di rumah. Saat kakinya terasa sakit pada malam hari, Kholid hanya bisa menangis sampai pagi.

"Kami tidak punya biaya untuk mengobatinya. Dokter bilang kaki kiri anak saya harus dipotong. Saya gak mau dipotong karena masa depannya masih panjang," jelas Ngaidin



Ngaidin berharap ada cara lain yang dapat dilakukan untuk menyembuhkan buah hatinya selain dipotong. "Tapi kami tidak punya biaya untuk membawanya ke rumah sakit," ungkap Ngaidin.

Ngaidin bersama keluarga kecilnya kini tinggal di rumah bantuan tsunami yang dibangun Budha Tzu Chi, Desa Paya Peunaga, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat. 

Untuk mengobati buah hatinya yang menderita tumor ganas, membutuhkan biaya yang sangat besar. Ngaidin berharap ada dermawan yang ingin membantu. (detik)

Investor Turki Jajaki Investasi di Aceh Besar


NEWSOBSERVASI: Sejumlah pelaku bisnis dari Turki menjajaki kemungkinan melakukan investasi di Kabupaten Aceh Besar, mengingat selama ini Turki merupakan mitra penting bagi Indonesia dalam hubungan perdagangan internasional.

Untuk menjajaki kemungkinan kerjasama di bidang investasi tersebut, pengurus Turkish Indonesian Trade Association (TITA) yang dipimpin Sekretaris Jenderalnya, Ismail Cakmak melakukan pertemuan dengan Pemkab Aceh Besar yang dipimpin Wakil Bupati Aceh Besar Drs H Syamsulrizal MKes di ruang pertemuan Kantor Bupati Aceh Besar di Kota Jantho, Kamis (26/3/2015). Tampak pula hadir, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Aceh Besar DR Samsul Bahri MSi, Kadishutbun Aceh Besar Ir Junaidi MSi, Kadisperindagkop Aceh Besar HT Zulfan SE MM, Kabag Administrasi Pembangunan Perekonomian dan Penanaman Modal Setdakab Aceh Besar Agus Husni SP, serta  Kabag Humas dan Protokol Setdakab Aceh Besar Muhammad Iswanto SSTP MM.



Sekjen TITA Ismail Cakmak didampingi pengurus TITA Aceh, Ufuk Ugur menjelaskan, organisasi tersebut merupakan sebuah perkumpulan bisnis yang mewakili ketertarikan para pelaku bisnis sektor swasta terhadap hubungan komersial bisnis antara Indonesia dan Turki yang didirikan pada tahun 2008. “TITA merupakan asosiasi perdagangan yang berafiliasi dengan Kadin Indonesia dan Tuskon Turki. TITA dikelola oleh sebuah badan eksekutif yang dipilih oleh anggotanya,” jelas Ismail.



Dijelaskannya, TITA bertujuan untuk menyediakan sebuah jaringan organisasi yang bersahabat bagi perusahaan, organisasi dan seluruh pelaku bisnis dari berbagai bangsa yang tertarik dan terlibat perdagangan antara Indonesia dan Turki. Pihaknya, menurut Ismail Cakmak, berkomitmen terhadap peningkatan kualitas dan kuantitas jaringan bisnis serta pengembangan hubungan bilateral antar Indonesia-Turki, memberikan kesempatan bagi para pelaku bisnis dari kedua negara untuk melakukan kerjasama perdagangan (ekspor-impor), menyelenggarakan sebuah forum bisnis secara berkala sebagai ajang pertemuan dan silaturahmi para pengusaha dari berbagai sektor/bidang usaha, memfasilitasi dan memberikan pelayanan sebagai sebuah grup lobi untuk menindaklanjuti ketertarikan bisnis anggotanya serta menjalin dialog dan pelayanan sebagai sebuah badan konsultan bisnis dengan pemerintah, pengusaha, dan kamar dagang atau industri.



Sementara itu, Wabup Aceh Besar Drs Syamsulrizal MKes menyambut baik rencana investasi para pelaku bisnis asal Turki yang dijembatani oleh TITA tersebut. Diharapkan, pada masa-masa mendatang, kerjasama ekonomi antara Aceh Besar dan pengusaha Turki akan benar-benar terealisasi untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di kedua pihak. “Kami menyampaikan apresiasi dan dukungan atas pertemuan dengan TITA ini. Mudah-mudahan, kerjasama akan terus terjalin lebih erat lagi di waktu-waktu mendatang,” ungkap Syamsulrizal.



Wabup Aceh Besar juga mengungkapkan, kabupaten tersebut memiliki potensi yang sangat besar, baik di sektor pertanian, perikanan, kelautan, perkebunan, dan sumber daya alam yang potensial untuk terus dikembangkan. Dengan demikian diharapkan komitmen kerjasama tersebut akan semakin terjalin baik.(Darwin)

DPR Aceh: Mutasi Pejabat SKPA Harus Sesuai Disiplin dan Ilmu


NEWSOBSERVASI: Mutasi dan pergantian pejabat struktural eselon II, III dan IV di lingkungan Pemerintahan Aceh diharapkan dapat dilakukan dengan selektif agar pejabat yang ditempatkan di suatu jabatan sesuai dengan disiplin dan ilmu yang dimiliki.

Dengan demikian, pejabat yang dilantik tersebut nantinya bisa melakukan tugas sesuai dengan keahlian yang dimilikinya, bukan hanya sekedar mengisi jabatan-jabatan strategis saja di Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) untuk kepentingan sesaat bagi kelompok tertentu saja.

“Hendaknya perlu diperhatikan juga oleh gubernur, figur pejabat yang ditugaskan di suatu jabatan SKPA itu harus sesuai dengan disiplin ilmu dan azas profesionalitas,” ujar Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) di Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Asrizal H Asnawi, kepada wartawan, Selasa (24/3).

Pernyataan itu disampaikannya terkait gebrakan mutasi pejabat eselon II seperti kepala dinas, badan dan biro di jajarannya Pemprov Aceh yang dilakukan Gubernur Zaini Abdullah.

Tercatat ada 12 pejabat yang terkena gelombang mutasi kali ini namun seorang di antaranya, yaitu Bukhari AKS MM yang selama ini menjabat Kadis Sosial Aceh secara tegas menolak jabatan baru sebagai Kasatpol PP dan WH Aceh karena menganggap tidak sesuai dengan bidang atau disiplin keilmuannya.

Bukhari AKS bahkan tidak hadir pada prosesi pelantikan yang dilakukan Sekda Aceh, Drs Dermawan MM di Gedung Serba Guna Kantor Gubernur Aceh, Senin (23/3).

“Penolakan itu semata-mata karena saya tak punya kemampuan untuk mengemban jabatan sebagai Kasatpol PP dan WH. Disiplin ilmu saya di bidang sosial. Daripada mengecewakan, lebih baik saya mengambil sikap tidak bersedia dilantik,” kata Bukhari.

> Terhadap sikap penolakan jabatan oleh Bukhari walaupun telah di-SK-kan, menurut Asrizal H. Asnawi, seharusnya hal itu tak perlu terjadi jika dikomunikan sejak awal, termasuk menanyakan kesediaan pejabat bersangkutan, bukan asal menempatkan.

“Soal penolakan itu merupakan hak prerogatif Pak Bukhari, tetapi dengan ini ke depan ada baiknya orang yang akan ditugaskan di satu jabatan itu ditanyakan dulu kesediaannya untuk menempati posisi tertentu,” jelas Asrizal.

Sikap penolakan jabatan yang diberikan bukan yang pertama terjadi di jajaran Pemerintah Aceh. Pada akhir 2014 lalu, ada 15 pejabat eselon II yang akan dilantik, namun seorang di antaranya yaitu dr Syahrul Sp.S yang sebelumnya menjabat Direktur RSUZA juga menolak ketika akan dilantik sebagai Staf Ahli Gubernur Bidang Keistimewaan. Seperti halnya Bukhari AKS, dr Syahrul juga beralasan jabatan yang dipercayakan tidak cocok dengan disiplin ilmunya.
Lebih lanjut Asrizal menambahkan, terkait mutasi pejabat yang kerap dilakukan oleh pemerintahan Gubernur Aceh Zaini Abdullah dan Wagub Muzakir Manaf dapat membawa dampak positif bagi program pembangunan Aceh yang lebih baik ke depan.



“Harapannya, semoga mutasi kemarin dapat berdampak positif pada percepatan pembangunan Aceh dan mutasi itu memang hak prerogatif gubernur‎. Tentunya harus dapat mendukung program-program gubernur dalam melaksanakan visi misinya,” kata Asrizal yang juga Wakil Ketua Komisi IV DPRA ini.

Menyangkut mutasi pejabat yang dilakukan di saat tender proyek APBA 2015 dan bergantinya pejabat saat membahas anggaran dan merealisasikan anggaran, Asrizal juga melihat hal itu telah menjadi pertimbangan gubernur.(Darwin)

Golkar Aceh Kecam Pembunuhan 2 Anggota TNI di Aceh Utara

Plt .Sekretaris DPD I Partai Golkar Aceh, H.Muntasir Hamid
NEWSOBSERVASI: Kejadian yang mengemparkan terjadi di Provinsi Aceh. Telah ditemukan jasad dua anggota Komando Distrik Militer (Kodim) 0103/Aceh Utara, yang hilang Senin (23/3) karena diduga diculik. Selasa (24/3) pagi ditemukan jasad Sertu Indra dan Serda Hendri di kawasan yang sunyi dan jauh dari pemukiman penduduk, yakni di waduk yang berada di Desa Batee Pila, Kecamatan Nisam Antara, Aceh Utara.

Sekretaris DPD I Partai Golkar Aceh Muntasir Hamid mengecam pembunuhan terhadap dua tentara tersebut. Ia mengatakan, kedamaian Aceh yang sudah satu dekade ini harus bersama-sama dijaga. Jangan ada yang memancing-mancing pergesekan keamanan di Aceh.

“Saya menyampaikan bela sungkawa sebesar-besarnya atas tewasnya dua tentara itu. Saya melihat ada pergerakan yang tidak baik. Mulai muncul gesekan keamanan di Kabupaten Aceh Utara. Ini peristiwa yang memilukan hati kita semua,” ujar Muntasir dengan nada sedih kepada newsobservasi, Rabu (25/3).

Dia minta kepada seluruh aparat, terutama Pangdam Iskandar Muda, untuk mengambil langkah-langkah konkret dan menyelidiki pelaku penculikan dan pembunuhan itu, apakah mereka kelompok separatis, Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Suriah, atau kelompok-kelompok yang ingin menentang NKRI. Mereka jangan diberi ampun,” tegas Sekretaris DPD I Partai Golkar Aceh versi Aburizal Bakrie (ARB) ini.

Sertu Indra dan Serda Hendri yang merupakan anggota unit intelijen Kodim Aceh Utara, diculik tak jauh dari rumah Kepala Mukim di Desa Alue Mbang, Kecamatan Nisam Antara, Senin (23/3) sekitar pukul 16.00 WIB. Kedua korban yang saat itu berpakaian sipil didatangi sekelompok orang bersenjata. Lantas dibawa naik mobil ke arah Desa Sido Mulyo, Kecamatan Kuta Makmur. (Darwin)

OPINI