Advertise here

KASUS

PILIHAN

PENDIDIKAN

OPINI

Kementerian Kesehatan Temukan Makanan Berformalin di Muktamar NU

ody cempeudak     8/02/2015    
Jombang,NEWSOBSERVASI: - Sejumlah tim dokter dari Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Surabaya (BBTKLPP) Kementerian Kesehatan diterjunkan untuk mengecek keamanan makanan yang dikonsumsi panitia dan peserta Muktamar NU ke 33 di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Yang mengejutkan, petugas menemukan makanan olahan daging dan pisang yang akan dikonsumsi peserta muktamar mengandung formalin.

"Kemarin ada makanan olahan daging mengandung nitrit, formalin juga namun kecil. Ada juga pisang yang mengandung formalin, harusnya kandungan formalin nol," kata Kepala Seksi Pengkajian dan Diseminasi BBTKLPP Surabaya, dr Suprihatin Giati kepada wartawan saat menguji kandungan makanan panitia dan peserta muktamar di SMKN 2 Jombang, Minggu (2/8/2015).

Mendapati temuan itu, lanjut Suprihatin, pihaknya langsung meminta perusahaan catering menarik makanan tersebut. "Sama cateringnya langsung ditarik," ungkapnya.

Suprihatin menjelaskan, untuk mencegah keracukan massal saat muktamar berlangsung, pihaknya rutin memeriksa makanan yang akan dikonsumsi panitia dan peserta muktamar. Pemeriksaan kandungan kimia makanan tersebut untuk mengetahui adanya kandungan zat berbahaya, seperti senyawa nitrit, arsen, sianida, formalin, dan borax.

Sayangnya, pemeriksaan terhadap kandungan mikro biologi yang membahayakan kesehatan tidak bisa dilakukan dengan cepat. "Mikro biologinya diperiksa ada 3 parameter, ada e coli, salmonella, dan stapilococus. Untuk makanan cepat saji yang akan disajikan sore ini kandungan nitritnya aman, bisa disajikan. Untuk yang mikro biologinya harus diinkubasikan dulu, baru besok bisa diketahui hasilnya," pungkasnya. (Detik)

Cerpen: Impian Seorang Ibu

kita Bisa     8/01/2015    
Tak perduli berapa kali sudah aku menyampaikan pada panitia zakat fitrah gampong, bahwa aku merasa tidak layak menjadi penerima zakat, tapi tetap saja setiap hari raya, rumahku didatangi panita zakat. Sekarung beras, sepotong dua kain sarung, dan seamplop uang.

Dan setiap tahun aku akhirnya meneruskan zakat itu kepada orang lain yang membutuhkan. Sudah 3 tahun ini kepada Nek Mah. Tinggal belakang membelakangi dinding dengan anak kandungnya tidak membuat hidup jadi lebih baik. Pintu penghubung ditembok itu sudah bertahun-tahun tidak pernah terbuka. Sudah jadi rahasia umum. Seperti juga rahasia umum mengapa Nek Mah tidak masuk dalam daftar penerima zakat. Padahal hidupnya susah, apalagi sejak pensiun suaminya tidak bisa dicairkan lagi. Ada masalah surat-surat dan soal dirinya adalah istri kedua.
Anaknya mengamuk mendatangi kantor keuchik. Menganggap pemberian zakat pada ibunya adalah penghinaan bagi keluarga mereka. Cerita yang kudengar dengan parang ditangan dia mengancam dan siap membuat masalah. Memang anaknya sekarang sudah kaya. Dulu seingatku hidupnya susah, sekarang sejak jadi kontraktor, sudah mewah. Sayangnya setelah marah, selalu lupa dengan nafkah ibunya. Hanya kadang-kadang aku lihat pembantunya mengantarkan makanan. Aku bersyukur, dapurku lebih dari cukup untuk selalu mengajaknya makan bersama. Hanya kalau anaknya datang pintu penghubung dikuncinya. Dan aku tahu itu untuk menghindarkanku dari masalah.

Rumahku dan Nek Mah, dulunya satu rumah, lalu dibagi dua dengan dinding, tersambung pintu ditengahnya. Selepas tsunami, setelah keluargaku berpulang semua, pembagian harta keluarga menjadikan satu bagian sebagai milikku. Warisan atas nama ibu. Nek Mah itu istri kedua kakekku.

Aku bukan orang kaya. Tapi aku bisa menghidupi diriku dan anakku. Berjualan kue, memang bukan pekerjaan yang kuimpikan, tapi hobi yang sekarang menjadi sumber nafkah itu adalah satu-satunya pekerjaan yang kupunya. Dan dengan berhemat, aku bisa menabung.

Seperti sekarang aku bisa membeli laptop dari mahasiswi hukum yang kost di depan. Laptop ini kecil sekali. Bukan seperti laptop-laptop yang sering kulihat. Bentuknya pun tebal. Berat, tapi aku suka. Karena aku bisa menulis lagi.

Impian yang sejak lama kusimpan. Dulu aku bercita-cita kuliah di jurusan Sastra Indonesia. Awalnya aku lihat kesempatn itu terbuka lebar, karena ayah menjanjikan meskipun aku menikah, beliau akan membiayai kuliah dan kalau perlu rumah tangga kami. Suamiku juga anak bungsu dari kawan berdagang ayah. Tapi tsunami mem

buat arah hidupku berubah. 

Tapi aku tidak membuang mimpi itu, aku tetap berharap satu waktu aku bisa menulis novel. Aku ingin seperti Emily Dickinson, Enid Blyton, J.K Rowling, Mary Higgins Clark, Dewi Lestari, N.H Dini, dan banyak penulis perempuan lainnya.

Tapi saat ini mimpiku itu kusimpan dulu, aku selipkan disela-sela impian besar lainnya. Impian seorang ibu untuk anaknya.

Aku tidak mengarapkan putraku hidup berkesusahan seperti ibunya sekarang. Setiap rupiah yang bisa kusisihkan kusimpan untuk dua tabungan besar. Satu tabungan untuk sekolahnya. Satu lagi berupa emas. Aku ingin mengumpulkan sebanyak mungkin biaya untuk sekolah putraku dari SD sampai dia kuliah nanti. Aku juga tak ingin hanya karena kami kurang berada, nanti putraku dimasa depan nanti sulit meminang gadis shalihah yang akan menjadi tambatan hatinya. Jadi kusiapkan mahar untuk membantunya kelak. Bersiap untuk kemungkinan terburuk. Mungkin nanti ibunya ini tidak sempat menyaksikan pernikahannya. 

Aku tidak memanjakannya. Karena aku ingin ia menjadi tulang punggung dan imam keluarga. Tapi aku juga tidak ingin memberatkan hidupnya. Aku masih bingung menyerap segala macam ilmu parenting yang kubaca dari buku-buku atau dari pelatihan yang kadang bisa kuikuti. Tapi sambil mempelajari semuanya, aku ingin melakukan apa yang kubisa. Sebisaku, semampuku.(Sumber

Akibat Mesum di Sekolah, Pelajar SMA Ini Hamil Empat Bulan

kita Bisa     8/01/2015    
NEWSOBSERVASI: Seorang pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) di Desa Tualang kabupaten Siak, hamil empat bulan, setelah 'digarap' teman prianya yang usianya terpaut enam tahun lebih tua. Parahnya perbuatan itu dilakukan di teras sebuah sekolah.

Informasi yang dihimpun GoRiau.com di Mapolda Riau, Jumat (31/7/2015), kasus pencabulan itu dialami pelajar SMA sebut saja Bunga (15). Terungkapnya kasus ini, saat ibu Bunga melihat perubahan fisik pada bagian perut anaknya.

Setelah dipaksa, Bunga akhirnya berterus terang kalau dia sudah melakukan hubungan terlarang dengan seorang pria bernama FF (21). FF ini diketahui merupakan warga desa Tualang kabupaten Siak, sama seperti korban.

Mendengar semua cerita tersebut, orang tua Bunga kemudian membawa anaknya ke Puskesmas untuk dilakukan cek kehamilan. Ternyata benar, Bunga tengah berbadan dua, dan sudah mengandung empat bulan. Atas kejadian itu, pihak keluarga korban membuat laporan ke Mapolsek Tualang untuk diambil langkah hukum.

"Kita sudah menerima laporan pihak korban, Rabu (29/7/2015) kemarin. Dan melakukan penyelidikan terkait dugaan kasus pencabulan terhadap anak dibawah umur tersebut," kata Kepala Bidang Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo SIK, Jumat (31/7/2015) siang.

Dari laporan polisi yang dibuat pihak korban, ia mengaku pernah berhubungan badan dengan FF. Tidak disebutkan sudah berapa kali, namun yang jelas perbuatan layaknya suami istri ini pernah mereka lakukan di teras SMAN 2 Tualang, kabupaten Siak.

Harga Tertekan, Ekspor Karet Sumut Lesu

kita Bisa     8/01/2015    
NEWSOBSERVASI: Ekspor karet Sumut melalui Pelabuhan Belawan pada semester pertama 2015 mengalami kelesuan. Penurunan ekspor komoditas ini ditengarai karena harga yang terus tertekan, dan sepinya permintaan pasar. Kondisi ini berbanding terbalik dengan ekspor pangan Indonesia, yang diprediksi Presiden Jokowi, 3 tahun ke depan, Tanah Air bakal mampu menjadi negara pemasok pangan dunia.

Seperti dikutip dari Sumut Pos (Grup JPNN), berdasarkan data Pusat Pelayanan Satu Atap (PPSA) PT Pelindo I Cabang Belawan, untuk periode Januari-Februari 2015, ekspor karet ke sejumlah negara mitra dagang utama pihak eksportir Sumut, seperti Tiongkok, India, Jerman, Turki, Amerika Serikta (AS), dan Korea Selatan, rata-rata mencapai 7.069 ton.

Namun memasuki Maret-April, permintaan mulai mengalami kenaikan tipis, yakni pada kisaran 10.155 ton. Namun pada Mei dan Juni, kembali mengalami penurunan, atau hanya mencapai 7.123 ton.

Humas PT Pelindo I Cabang Belawan, Roswita mengatakan, tekanan pasar terhadap karet Sumut yang terus terjadi dalam 2 tahun terakhir, menyebabkan nilai ekspor komoditas ini mengalami kelesuan. 

"Semester pertama 2015, ekspor karet melalui Pelabuhan Belawan jumlahnya hanya 24.347 ton. Kemungkinan besar tekanan pasar masih menjadi penyebab anjloknya ekspor karet di daerah ini," tuturnya.

Tekanan terhadap kinerja ekspor karet Sumut tahun ini, sambung Roswita, kurang lebih masih sama dengan yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Permintaan dari negara-negara tujuan utama, seperti Tiongkok, AS, dan India masih rendah. 

"Tekanan terhadap ekspor karet Sumut masih akan terus berlanjut hingga akhir 2015. Ini terlihat dari kondisi ekonomi dunia yang belum juga stabil. Bahkan, hal ini diperparah dengan kebijakan Tiongkok dan India, yang menaikkan bea masuk (BM) karet alam," jelas Roswita.

Sementara Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengatakan, secara nasional, ekspor jagung Indonesia telah mencapai 400 ribu ton yang bersumber dari Gorontalo, Sulawesi Selatan, Dompu, Bima, dan Sumbawa, serta daerah lainnya.

Mahasiswa Demo Minta Rumah Pengasingan Bung Karno Tak Jadi Tempat "Mesum"

kita Bisa     8/01/2015    
NEWSOBSERVASI: Puluhan mahasiswa Ilmu Sejarah dari Universitas Negeri Medan (Unimed) dan Universitas Sumatera Utara (USU) yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pecinta Sejarah Sumut melakukan unjuk rasa di Bundaran Mayestik, Jalan Gatot Subroto, Jumat (31/7/) siang. 

Dengan membawa spanduk dan poster, massa menuntut agar rumah pengasingan Bung Karno di Brastagi dan Parapat tidak dijadikan tempat 'mesum' yang tak bernilai akibat komersialisasi.

Menurut Koordinator Aksi Ronggur Simorangkir, masih teringat jelas dalam ingatan bahwa pejuang-pejuang kemerdekaan dan Bapak Pendiri Bangsa pernah diasingkan ke Sumatera Utara (Sumut), tepatnya di wilayah Brastagi dan Parapat pada akhir Desember 1949. 

Pengasingan Bung Karno, Syahrir dan H Agus Salim ke Sumut bukanlah tanpa sebab. Pengasingan tersebut diharapkan mampu mengendurkan semangat kemerdekaan masyarakat Indonesia. Sebab, hanya tokoh-tokoh tersebutlah yang mampu membakar semangat perjuangan.

Tentunya, sebagai masyarakat Sumut sangat bangga dengan keberadaan rumah pengasingan Bung Karno yang berada di Sumut. Namun, kebanggaan itu ternyata tidak sejalan dengan keadaan peninggalan rumah pengasingan yang saat ini memprihatinkan.

Kini, rumah bersejarah tersebut bagaikan 'hotel tanpa bintang' yang pudar akan nilai-nilai sejarah perjuangan kemerdekaan. Pahitnya lagi, pemerintah setempat seolah larut dalam usaha kecil-kecilannya untuk tetap massif mengkomersialisasikan rumah pengasingan Bung Karno menjadi penginapan.

"Siapa saja boleh menginap asalkan punya uang, bahkan tak jarang pula ketika masyarakat yang datang ke rumah pengasingan itu hanya untuk melihat dan merasakan romantisme masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan harus diusir hanya karena ada orang yang menginap," ungkapnya ketika berorasi.

Oleh karena itu, kata Ronggur, situs sejarah rumah Bung Karno harus menjadi museum dan tempat yang ramah sebagai pembelajaran bagi masyarakat. Selain itu, segera selamatkan situs-situs bersejarah di Sumut, karena hampir 70% hampir punah tanpa jejak. Alihkan segera komersialisasi penginapan di rumah pengasingan Bung Karno, karena tak ingin masyarakat berpikiran negatif. (jpnn)

Siswi SMP Ini Meninggal Setelah Ikut MOS

kita Bisa     8/01/2015    
NEWSOBSERVASI: Evan Christoper Situmorang (12), siswa di SMP Flora Pondok Ungu Permai, tewas setelah dua minggu mengalami sakit di kedua kakinya. Evan mengalami sakit di bagian kaki setelah berjalan hingga 4 kilometer atas perintah seniornya saat hari terakhir Masa Orientasi Sekolah (MOS) di sekolahnya.

"Tanggal 9 Juli itu kan dia terakhir MOS di SMP Flora. Dia cerita sama saya disuruh jalan kaki dari sekolahnya di Pondok Ungu Blok A ke perumahan Puri. Lalu dari sana jalan kaki lagi ke POM bensin Pondok Ungu dan jalan lagi ke sekolah. Itu rutenya memutar dan ada sekitar 4 kilometer," ujar ibunda Evan, Ratna Dumiarti di rumahnya Sektor 5 Pondok Ungu Permai, Sabtu (1/8/2015).

Ratna bercerita, kegiatan berjalan kaki sejauh itu merupakan kegiatan "cinta lingkungan" yang diadakan panitia MOS. Setelah pulang dari kegiatan itu, Evan mengeluh sakit di bagian kaki kepada ibunya. Kakinya keram dan biru-biru.

"Kaki Evan sakit, bu," ujar Ratna menirukan keluhan anaknya.

Ratna mengatakan, Evan masih tetap ingin masuk sekolah pada keesokan harinya. Bahkan, Evan bercerita bahwa dia sempat bermain futsal di sekolah. Setelah itu kondisi kakinya semakin bertambah parah.

Melihat kondisi Evan yang semakin parah, Ratna mencoba mengobati Evan dengan berbagai pengobatan. Dia mengajak Evan untuk pijat refleksi dan berobat ke puskesmas.

"Tapi dia itu enggak pernah mengeluh, tetap sekolah," ujar Ratna.

Rasa sakit itu terus dialami Evan hingga dua minggu. Pengobatan yang dilakukan Evan hanya ala kadarnya.

Ratna bercerita pada Selasa (28/7/2015), Evan jatuh di kamar mandi sekolah. Ratna menduga kaki anaknya kembali keram dan tak kuat berjalan hingga terjatuh.

"Setelah itu saya ditelepon dari sekolah. Bilangnya anak saya kakinya keram enggak bisa jalan, enggak bisa berdiri. Saya ini juga guru ya, saya langsung jemput anak saya di sekolah," ujar Ratna.

Setelah peristiwa jatuh di kamar mandi, Evan tidak masuk sekolah. Ratna kembali mengajak anaknya berobat di puskesmas. Pada Kamis (30/7/2015) sore, tiba-tiba Evan kejang-kejang.

Ratna langsung panik melihat kondisi anaknya. Saat itu, ia mencari bantuan warga sekitar di lingkungan rumahnya yang sedang sepi saat itu.

"Kata dokter, maaf bu, anak ibu sudah meninggal dalam perjalanan," ujar Ratna.

"Saya enggak mau anak saya mati dokter. Saya enggak mau. Tapi suami saya bilang, ya sudah ikhlaskan saja," tambah Ratna. (kompas)

MUI: Fatwa BPJS Kesehatan Tidak Sesuai Dengan Ketentuan Syariat Islam

Uus productions     7/29/2015    
Ilustrasi :Foto Istimewa
NEWS OBSERVASI-JAKARTA.  Ketua Bidang Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin membenarkan adanya fatwa yang menyatakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan tidak sesuai syariah Islam. Fatwa tersebut keputusan ijtima atau forum pertemuan Komisi Fatwa MUI di Pondok Pesantren At-Tauhidiyyah Cikura, Bojong, Tegal, Jawa Tengah, pada Juni 2015 lalu.
"Fatwa BPJS itu sudah keputusan ijtima di Tegal," kata Ma'ruf, saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu (29/7) malam.
Ma'ruf mengungkapkan, forum tersebut dibuka oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. Dalam forum itu, hadir anggota Komisi Fatwa MUI dari seluruh Indonesia. Dengan adanya fatwa ini, Komisi Fatwa MUI mendorong pemerintah membuat sis­tem BPJS K­esehatan agar sesuai dengan prinsip syar­iah.
Fatwa MUI tentang BPJS Kesehatan yang tidak sesuai syariah muncul karena kebijakan tersebut dinilai mengandung unsur gharar, maisir dan riba. Alasan lainnya, kepesertaan BPJS Kesehatan juga dianggap tidak adil karena masih membedakan latar belakang peserta.
"Ada bunga, ada akad yang tidak sesuai syariah dan dana yang diinvestasikan itu diinvestasikan ke mana? Karena itu keluar fatwa BPJS tidak sesuai syariah," ujarnya.
Forum pertemuan Komisi Fatwa MUI di Tegal itu membahas tiga topik yaitu masalah strategis kebangsaan, masalah fiqih kontemporer, serta hukum dan perundang-undangan.
Untuk masalah strategis kebangsaan, Komisi Fatwa di antaranya membahas kepatuhan terhadap pemimpin yang tidak menaati janji kampanye, serta radikalisme dalam kehidupan berbangsa dan penanggulangannya.
Topik fiqih kontemporer di antaranya meliputi pembahasan tentang hukuman mati, status dana pensiun, dan hak pengasuhan anak bagi pasangan yang bercerai karena perbedaan agama.
Sementara, dalam topik hukum dan perundang-undangan, Komisi Fatwa akan mendiskusikan ekonomi syariah, pengelolaan BPJS sesuai dengan ketentuan syariah, revisi KUHP dan KUHAP, rancangan undang-undang tentang minuman beralkohol, serta pembangunan kebijakan wisata syariah.
Sumber : KOMPAS.COM                                                                                            Usmandani.alves@gmail.com

Cewek Aceh lebih Murah Dari pelacur

kita Bisa     7/29/2015    
NEWSOBSERVASI: Lebih murah dari pelacur, lebih rendah dari pelacur, bahkan dianggap lebih gampangan dari pelacur. Ada 'Perempuan Aceh' yang seperti itu. Bahkan sepertinya mulai banyak.

Padahal serumpun besar bunga jelita Aceh ini ada yang dibekali dengan kecerdasan melebihi laki-laki. Mereka menjelajahi bilabong di Australia. Menjejakkan kaki dipraire Amerika. Mereka tergelak gembira dalam selebrasi intelektual di depan gerbang Arc de Triomphe Paris.

Dan dengan sama gempitanya mereka jadi pelacur.

Mereka berteriak gembira menuntut dibenarkan telanjang di depan orang banyak, atas nama modernisasi. Mereka yang menggunakan kecerdasannya ambil jalan putar, menggugat kewajiban berhijab dengan tuduhan arabisasi.

Seolah kalau melenggang dengan busana yang mencetak belahan bokong dan dada mereka adalah simbol kebebasan dan kecerdasan perempuan. Padahal dulu kita perempuan bersusah payah dari terbelakang dan telanjang ataupun semi telanjang, meningkatkan nilai perempuan sebagai penopang peradaban yang dinilai karena kecerdasan, keanggunan, dan kesabarannya. Bukan karena payudara yang dipampang atau pinggul yang digoyang.

Aku terkesima melihat perempuan aceh yang dulu dikenal karena ketangguhan dan harga dirinya, sekarang banyak yang bangga jadi pelacur. Bahkan lebih murah dari pelacur.

Karena pelacur, harus dibayar untuk disentuh, diraba, digerayangi. Sedangkan mereka, boleh diraba, boleh disentuh, boleh digerayangi, boleh dinikmati, gratis. Cukup dengan kata aku cinta padamu, aku akan menikahimu, engkaulah bulan bintangku. Lalu tahun ini tubuhnya disentuh laki-laki ini, tahun depan dibelai laki-laki lain.

Tolong katakan. Harga diri apa yang kalian teriakkan dengan cara melacur begitu.

Bagaimana menjamin keturunan kalian bila rahim yang seharusnya kita banggakan malah menampung bayi tak berdosa, yang lahir instant, tanpa tahu nasab jelasnya. Lalu dimasa depan justru jatuh cinta dan menikah secara halal, tapi tak sangka kasihnya adalah saudari seayah. Yang ayah ibunya terperangah ketika jumpa, tapi tak bisa bicara karena aib bertahun-tahun disembunyikan.

Aku, jauh dari sempurna. Hijabku belum benar. Masih salah dan belajar. Tapi aku tahu, tubuh ini, jiwa ini, berharga. Karena diciptakan langsung oleh Tuhan. Terlalu berharga untuk diobral. Dalam diriku juga menyandang kehormatan perempuan hebat seperti Tjut Nja' Dhien, Pocut Bahren, Malahayati, Sultanah Safiatuddin.

Mungkin kamu, yang merasa bangga jadi murahan. Diciptakan di supermarket atau pabrik, jadi kelasnya boleh diobral. (Sumber)

Pendaftar UMBPT di Unimal Capai 1.027 Orang

ody cempeudak     7/27/2015    
Aceh Utara,NEWSOBSERVASI: Sebanyak 1.027 orang mendaftar melalui jalur Ujian Masuk Bersama Perguruan Tinggi (UMBPT) di Universitas Malikussaleh (Unimal), sementara kuota Unimal melalui jalur itu sebanyaj 548 orang.
Rektor Unimal Prof Dr Apridar, menyebutkan pelaksanaan tes tulis dilakukan pada Minggu, 2 Agustus 2015. Seluruh calon mahasiswa diharapkan datanf tepat waktu pada ujian tertulis. Bagi peserta yang tidak ikut ujian langsung dinyatakan tidak lulus.
“Untuk UMBPT ada 28 jurusan yang dibuka. Ini jalur masuk terakhir di Unimal,” kata Apridar, Senin (27/7).
Dijelaskan, pengumuman hasil tes tertulis akan dilakukan pada 9 Agustus 2015. Calon mahasiswa diharap serius mengikuti ujian tertulis, mengingat ujian kali ini jalur masuk terakhir di Unimal.
Dari jalur masuk SNMPTN, SBMPTN dan UMBPT, sambung Apridar, Unimal menerima 4.640 mahasiswa tahun ini. Dengan masuknya mahasiswa baru ini, maka jumlah mahasiswa di kampus itu sebanyak 14.800 mahasiswa.
“Kita terus meningkatkan fasilitas pembelajaran, meningkatkan kompetensi dosen dan meningkatkan kualitas lulusan,” ujarnya. (aktual)

Mayat Wanita Tanpa Busana Gegerkan Warga Aceh Besar

ody cempeudak     7/27/2015    
Aceh Besar,NEWSOBSERVASI: Sesosok mayat perempuan muda, berusia diperkirakan 30-an tahun ditemukan di pinggiran pantai perbatasan Lampanah, Aceh Besar dan Laweung, Pidie sekitar pukul 14.30 WIB, Sabtu (25/7/2015). Mayat yang belum teridentifikasi tersebut dievakuasi ke Kecamatan Muara Tiga oleh pihak muspika bersama aparat keamanan dibantu oleh masyarakat setempat.
Seorang warga Lampanah yang juga relawan RAPI Aceh Besar, Zulfikri (JZ01LZL) menginformasikan, sejauh ini belum diketahui identitas mayat tersebut maupun penyebab kematiannya. Namun berdasarkan fakta-fakta di lapangan, mayat berkelamin perempuan itu ditemukan di pinggiran pantai perbatasan Lampanah-Laweung. Ketika ditemukan, kondisi mayat tanpa busana.
"Umurnya diperkirakan 30-an tahun. Sudah Dievakuasi ke Muara Tiga oleh muspika dibantu aparat keamanan dan masyarakat di sekitar lokasi temuan," lapor Zulfikri. (Tribun)

Pria Bersenjata Berondong Truk Panglima Sagoe KPA Teungku Tjhiek di Buloh

ody cempeudak     7/27/2015    
Kutamakmur,NEWSOBSERVASI: Mobil jenis truk Cold Diesel BL 8554 HB milik Saiful Bahri alias Tanggy, Panglima Sagoe Komite Peralihan Aceh (KPA) Tgk tjieDibuloh, ditembak kemudian dibakar sekelompok pria bersenjata.
Peristiwa tersebut terjadi di kawasan perkebunan kebun sawit SP IV Kecamatan Simpang Keuramat, Aceh Utara, Minggu (26/7) sekitar pukul 13.30 WIB.
Tak ada korban jiwa, sopir beserta tiga buruh angkut sawit selamat usai berhasil melarikan diri.
“Benar ada kejadian tersebut, kini masih dalam penyelidikan lebih lanjut” ungkap Kapolres Lhokseumawe AKBP Anang Triarsono, melalui Kapolsek Simpang Keuramat Iptu Ramli.[Serambi]

Editor: Ody

Surya Paloh: Jokowi sudah mulai meninggalkan revolusi mental

kita Bisa     7/26/2015    
NEWSOBSERVASI: Kendati masuk menjadi salah satu partai koalisi pendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Partai Nasional Demokrat (NasDem) mengaku tak segan mengkritisi semua kebijakan pemerintah, yang dinilainya menyimpang. Bahkan, NasDem menilai, Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla, mulai berangsur meninggalkan komitmennya soal 'Revolusi Mental.'
Ini dikatakan Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh saat bertandang ke Surabaya, Jawa Timur. "Ya mengkritik berdasarkan daya nalar, Partai NasDem tetap kritis, tapi konstruktif. Itu bisa dalam hidup. Saya bertanggung jawab atas statement saya ini," tegas Surya Paloh, Minggu (26/7).
Harus diakui, lanjut dia, Pemerintahan Jokowi-JK baru berjalan tujuh bulan, sehingga semua tidak bisa dibebankan ke pundak mantan Gubernur DKI Jakarta itu. "Saya tidak setuju jika ada yang bilang pemerintah tidak bekerja apa-apa. Pemerintah ini kan baru berjalan tujuh bulan, dan sudah diwarisi berbagai macam persoalan kebangsaan. Saat Jokowi memerintah, negara dalam kondisi defisit anggaran," paparnya.
Soal isu reshuffle yang masih gencar, Bos Media Grup ini sepakat terhadap langkah yang diambil Jokowi, meski nantinya salah satu kader NasDem yang duduk di Kabinet Kerja terkena imbas. "Reshuffle harus segera dilakukan. Itu hak prerogatif presiden. Yang perlu diingat, reshuffle bukan bukan obat mujarab. Belum tentu reshuffle bisa menyelesaikan masalah, tapi hanya bagian dari penyelesaian masalah," tegasnya.
Surya Paloh juga mengingatkan, Parpol anggota Koalisi Indonesia Hebat (KIH) juga tidak perlu marah jika kadernya di Kabinet Kerja ada yang direshufle. "Jangan terus marah. Dulu kita sepakat koalisi tanpa bagi-bagi kursi, tapi ketika semuanya ikut kemudian di-reshuffle, marah. Ini hak presiden," sindirnya.
Dia juga menilai, saat ini, kondisi bangsa mengalami distorsi penyelewengan kaidah-kaidah demokrasi yang Pancasilais. "Ini menjadi masalah bangsa yang serius. Apakah Pancasila masih relevan menjadi dasar kehidupan berbangsa. Apakah penghormatan masyarakat pada Ketuhanan sudah relevan?," tanya Surya Paloh.
Menurutnya, keberadaan Pancasila di tengah-tengah bangsa, sudah mulai meredup. Pancasila sudah mulai tidak mendapat tempat di hati bangsa.
"Undang-undang tidak ditaati, mulai disiasati. Hampir di semua aspek kehidupan tidak memiliki disiplin kuat sehingga tidak mampu melahirkan anak bangsa yang hebat. Sekarang sudah mulai dengan siapa aku, siapa kamu. Berapa hargamu dan berapa hargaku. Semuanya dilakukan atas dasar kesepakatan transaksional," kritiknya.
Kehadiran pemerintah baru, Jokowi-JK, adalah pemerintahan yang harus menerima perhatian dari akumulasi aspek kehidupan yang buruk. "Kalau pemerintah Jokowi tidak siap dengan segala aspek, maka akan lebih mabok. Bangsa ini sudah sakit, yang bikin undang-undang juga sakit. Saya menilai Jokowi sudah mulai meninggalkan revolusi mentalnya, takut tidak populer," ucapnya pedas untuk kesekian kali.
Sementara itu, soal Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 12 Tahun 2015, tentang pemilihan kepala daerah, Surya Paloh juga melontarkan kritik pedasnya. Dia menganggak undang-undang itu, 'sakit.' Sebab, calon tunggal di salah satu daerah, seperti di Surabaya, masih diinginkan rakyat untuk terus memimpin, kenapa harus ditunda hingga 2017.
"Itu yang membuat undang-undang, sakit. Wong pemimpinnya masih diinginkan rakyat. Kenapa itu undang-undang mengharuskan minimal ada dua calon? Ya biarkan saja, kalau memang masih diinginkan rakyat, karena mampu," katanya menyikapi Pilwali Surabaya, yang masih memiliki calon tunggal, yaitu incumbent Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana.
Tak hanya ini saja, Surya Paloh juga mengkritisi kasus Tolikara, Papua, yang dinilai maslah kecil. "Tapi karena kondisi bangsa kita yang lemah, mudah terprovokasi, masalah ini menjadi merembet. Kasus ini, hanya 'crit on the crit,' cerita dalam cerita saja. Karena kondisi bangsa kita yang lemah itu saja," katanya santai.
Kembali dia menegaskan, Indonesia seharusnya mampu menjaga kelanjutan negeri yang hebat dan mampu dipersembahkan pada generasi penerus.
Sebagai bangsa tidak boleh meminta bantuan dari bangsa lain untuk menyelesaikan persoalan bangsa. Justru perubahan cara berpikirlah yang akan membangkitkan fenomena baru yang respek terhadap bangsa.
"Saya harus menyatakan kepedihan saya, karena negeri-negeri maju memandang bangsa kita dengan sebelah mata. Suka atau tidak suka, senang atau tidak senang, inilah memang kondisinya. Karena keteladanan tidak diberikan pemimpin-pemimpin bangsa. Mereka tidak pernah mau mengakui kesalahannya," nilainya.
Di akhir pembicaraan, Surya Paloh menyinggung soal Pengacara OC Kaligis yang terlibat kasus suap. "Dia sudah tidak di NasDem. Setelah menjadi tersangka, dia menghubungi saya langsung, mengatakan mundur dari NasDem, dan kita tidak akan memberi sanksi apapun karena dia sudah mengundurkan diri," tandasnya. (merdeka)

Awas: Penipu Dana Desa Berkeliaran

kita Bisa     7/24/2015    

NEWSOBSERVASI: Keberadaan dana bantuan untuk desa membuat penipu berkeliaran mengincar uang tersebut. Mereka menyasar perangkat desa untuk memintanya mentransfer sejumlah dana kepada mereka. Salah satu desa di Aceh Timur menjadi korban penipuan ini

Abdul Muin, Sekretaris Desa Sri Mulya, Kecamatan Peunaron, Kabupaten Aceh Timur, mengungkapkan hal itu. “Kami telah ditipu mereka,” katanya kepada Tempo, Kamis, 23 Juli 2015.

Dia menuturkan, pada awal Ramadan, sebuah surat berkop Kementerian Dalam Negeri sampai ke desanya. Surat itu ditandatangani Ir Tarmizi Karim sebagai Direktur Jenderal Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Sekretaris Jenderal Kemendagri atas nama Dr Ir Yuswandi A.T. M.Sc, MA.

Dalam surat tersebut, perangkat desa diminta menghubungi Zulkifli Hasan, MM, yang disebut sebagai Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Aceh dan disertakan nomor ponselnya. Surat tersebut menyebutkan Desa Sri Mulya menjadi salah satu desa yang mendapat alokasi dana Rp 125 juta untuk melangsungkan program pembangunan desa tertinggal.

Abdul Muin kemudian menghubungi nomor yang tertera di surat itu pada Selasa malam, 21 Juli 2015. Lalu Abdul Muin diminta mentransfer uang pendampingan Rp 1,25 juta ke rekening Bank Rakyat Indonesia cabang Jakarta bernomor 331401001517505 atas nama Anggi Amelia.

“Saya mentransfernya. Setelah itu, orang yang mengaku Zulkifli meminta 10 persen dari jumlah bantuan. Saya mulai curiga,” kata Abdul Muin.

Dia kemudian berdiskusi dengan perangkat desa lain dan menghubungi Fadhil Rahmi, Asisten Ombudsman Indonesia Perwakilan Aceh. Fadhil kemudian memastikan bahwa hal itu adalah penipuan.

Fadhil mengatakan pada saat itu langsung menghubungi Zulkifli Hasan yang sebenarnya. Menurut Fadhil, nomor ponsel Zulkifili berbeda dengan nomor yang tertera di surat itu, dan Zulkifli tidak mengetahui ihwal surat tersebut. “Pak Zulkifli mengatakan surat tersebut bohong. Beliau meminta semua perangkat desa di Aceh tidak mengindahkan surat tersebut,” katanya.

Karena bukan ranah Ombudsman, menurut Fadhil, penanganan kasus tersebut diserahkan ke kepolisian. Abdul Muin menyakini surat penipuan tersebut telah banyak beredar di Aceh Timur. “Desa Alur Pinang, tetangga kami, juga mendapatkan surat tersebut. Tapi desa itu belum mentransfer dana ke penipu itu.” (tempo)

© 2011-2014 NEWS OBSERVASI. Designed by Bloggertheme9. Powered by Blogger.